Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

4 Nilai Kampus di Mata Gen Z! Lulusan Era Modern

Ilustrasi tangkapan layar ruang kampus (pixabay/ @kieurope) 

iLintas.com - Kampus memiliki tantangan di era modern karena menjadi dambaan banyak orang khususnya para remaja yang ingin mengupdate kebisaannya di dunia kerja.

Beasiswa di jenjang sekolah pun tersuguh dengan beragam jenis dan kelonggaran yang memudahkan anak muda untuk memasuki bangku perkuliahan. 

Yuk simak tantangan apa saja yang mewarnai potret perkuliahan masa kini.

Nilai Kampus di Mata Anak Jaman Now


1. Relasi karier untuk alumni

Lulusan kampus yang telasi kariernya lemah akan kalah saing dengan pelajar SMK dengan luasnya kerja sama sekolah. 

Kampus dapat memperbanyak lapangan pekerjaan untuk alumni, dan meriset total alumni yang sedang menganggur. 

Point ini memerlukan kerja sama dan kemauan antara pihak kampus dengan mahasiswanya.

Data pengangguran sarjana di Indonesia meningkat, melansir dari Badan Pusat Statisik sebanyak 0,38 persen. 

Miris sekali, padahal pengangguran dari kalangan menengah ke bawah mengalami penurunan sebesar 0,13% dibanding tahun sebelumnya.

Seorang filsuf bernama Plato yang menghandle sekolah Isokrates memiliki prinsip, akademi sebagai wadah untuk fokus pada latihan dalam ilmu retorika. 

Hambatan yang terasa ketika mahasiswa yang jumlahnya pertahun sangat banyak, dengan kemauan serta aktivitas yang beragam membuat program-program juga terhambat.

2. Fasilitas yang bersaing


Perkuliahan memiliki SOP dan peraturan tersendiri, kampus favorit tentu memiliki pelayanan yang lengkap. 

Persaingan antar kampus pun kerap terjadi dan menjadi tantangan. 

Pembangunan fasilitas juga melihat ke arah karakter mahasiswa sekarang, misalnya saat ini sedang booming AI atau robotik. 

Proses pemerataan fasilitas terhambat ketika minimnya pakar atau pelatihan yang tersedia.

Sewaktu di masa kuliah, mahasiswa sering mengeluhkan koneksi wifi yang tidak menyeluruh. 

Kampus perlu menambah jaringan namun tetap dalam pengawasan terkait penggunaannya. 

Peningkatan laboratorium, herbarium, dan koleksi awetan juga perlu untuk fakultas sains, sehingga penelitian akan kaya dengan ilmu pengetahuan.

Pengajar dari luar negara perlu terjun ke dalam berbagai program studi, agar bisa memantau kondisi keilmuan secara internasional.

Mahasiswa juga perlu memiliki kesadaran untuk membangun ruang publiknya, saling membuka forum penelitian agar mengharumkan nama bangsa dan negara. 

Modernitas akan menantang banyak orang untuk survive dan memberikan support terbaik.

3. Pelajar berpikir kuliah tidak penting


Pandangan ini menuai pro kontra, suara yang mendukung bisa karena faktor banyak orang sukses tanpa ijazah kuliah. 

Penilaian tidak setuju datang dari pihak yang merasa mindset tersebut membentuk fixed mindset bukan growth mindset. 

Artinya, remaja akan malas memperbaharui pengetahuannya, enggan melompati zona nyamannya.

Menteri pendidikan Bapak Nadiem Makarim pernah mengatakan bahwa kuliah itu adalah kebutuhan tersier, dan di kalangan artis yaitu Deddy Corbuzier juga sepakat dimana ia mengatakan kuliah itu bukan prioritas.

Kuliah memang bukan penentu, tetapi melalui kuliah banyak orang yang menemukan jodoh kariernya. 

Pengalaman memang segala-galanya, sangat miris ketika lulusan bangku sekolah dengan universitas terasa sama saja. 

Solusinya penting untuk membangun semangat dan mengajak remaja agar mau meningkatkan diri.

4. Kualitas program pengabdian masyarakat


Program serupa dengan KKN lebih diperluas, tentu dengan konsep dan materi yang linear di fakutas masing-masing. 

Tantangan ini memacu kinerja kampus untuk terus optimal, mengasah kreativitas dalam menciptakan momen baru di dalam program kemasyarakatannya. 

Berbaur dengan masyarakat membuka banyak jalan pikiran sehingga tidak hanya berkutat dengan buku maupun diskusi internal saja.

Kegiatannya pun dapat membentuk tim, tentunya dengan capaian tersendiri sehingga bisa saling memberikan take and give yang seimbang. 

Universitas populer tentu memiliki kolaborasi lintas daerah dalam menanamkan nilai-nilai pada mahasiswanya. Seperti menyusun pagelaran, merancang acara nasional.***



Penulis : Aviaska Azizah


Sumber: Ilustrasi ruang kelas di kampus (pixabay/kieurope)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!