Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

Buruh Bersuara di Demo Tentang Tuntutan Ini!

Ilustrasi demo (Pexels/Sima Ghffarzadeh)

iLintas-
Unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI hari ini 29 September 2029 memadati jalur lalu lintas di Senayan dan Slipi Jakarta. 

Buruh yang berlaga di demo berasal dari daerah yang berbeda-beda, 20.000 hingga 50.000 peserta memadati area dan mereka berasal dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).

Peserta demo ada yang dari Jawa Tengah, Jakarta, Banten, Jawa Timur, turut terjun dalam aksi di lapangan dengan berbagai atribut yang dikenakan. 

Kegiatan demo tersebut membuat pengguna kendaraan di jalan cemas, Polda Metro Jaya akhirnya memberikan skenario jalur alternatif yang akan diterapkan mulai pukul 10.00 WIB.

11 tuntutan mengiringi langkah mereka atas dasar perencanaan pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang akan diusungkan pada Oktober mendatang.

Tuntutan yang diusahakan yaitu pendapatan yang layak, eksploitasi PKWT dengan kontrak kerja perlu untuk dihapuskan sampai membuka peluang pekerja disabilitas. 

Para buruh menilai bahwa outsourcing dinilai merugikan hak pekerja dan rawan terjadinya scam karena calon pekerja diminta membayar uang untuk mendapatkan kesempatan diterima kerja.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam