CERPEN PART3 Kisah Negeri Abra
Sumber Foto: Ilustrasi seorang kakek misterius (pexels/Beta Xalfa) iLintas.com -Kami duduk di beranda rumah. Aku mencoba menata kembali pikiranku dengan menyesap segelas kopi. Sementara Tari duduk di sebelahku dengan pikirannya sendiri. Kebekuan hadir di antara kami. Sangat canggung, tidak seperti sebelumnya. “Kau lelaki yang baik Hans.” Kata-kata itu mengejutkanku, menamparku, membuatku tak mampu berkata-kata. Seolah ada kekecewaan sekaligus hinaan yang terselip di antara bunyinya. “Di zaman seperti sekarang ini, masih ada orang sepertimu." ucapnya dengan wajah tertunduk "Maafkan tindakanku tadi.” sambungnya. Aku masih tidak bisa menanggapinya. Bahkan aku tidak memandangnya. Aku hanya membolak-balik buku tipis usang yang kugenggam tanpa membacanya. Aku salah tingkah! Benar-benar salah tingkah! Bagaimana dengan rasa penasaranku. Tidak tepat membahas hal itu untuk saat ini. Aku berharap dia pulang dan menenangkan diri begitupun aku. Hari ini adalah hari terakhirku di desa in...