Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

ABK Kapal Ikan Jadi Korban Penganiyaan: Pelaku Ditangkap!

Ilustrasi Kapal (Павел Хлыстунов)

iLintas- Penganiayaan dan tindak kekerasan tingkat tinggi, empat orang anak buah kapal (ABK) diduga menjadi korban perdagangan manusia.

Penganiayaan yang tragis tersebut berhasil terekam dalam cuplikan video dan menjadi viral, penyiksaan yang paling parah yaitu saat mereka dimasukkan ke tong berisi air lalu diinjak berkali-kali.

Keempat ABK berasal dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, mereka bekerja di kapal sebagai penangkap cumi, pelaku penganiayaan diduga berjumlah 19 orang dari 24 kru kapal. 

Aksi kekerasan terjadi di kapal KM Maulana 23 yang sedang berlayar di Laut Aru dan Laut Arafura, Kapal tersebut sudah dialihkan dan ditarik ke Wilayah Kerja PSDKP Dobo.

Kasus tercium oleh patroli pada Kamis, 1 Oktober 2026 dan berhasil menghentikan operasional pada Jum'at 2 Oktober, Dirjen PSDKP mengatakan pengecekan segera dilakukan setelahnya.

Kekerasan terjadi karena ABK belum berhasil memenuhi target penangkapan cumi harian, jika jumlahnya kurang dari 2-3 kg maka akan dikeroyok awak kapal.

Tersangka juga berbohong kepada pihak keluarga dengan mengatakan bahwa para korban terkena sakit beri-beri, peraturan yang kejam tersebut dinilai ilegal dan membahayakan.

Pengejaran kapal KM Maulana 23 untuk penangkapan dikomandoi oleh Kapten Hendro melalu patroli hiu, salah satu korban Ilyas Salahuddin dilarikan ke rumah sakit.

AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan, "Kondisi keempat korban dilaporkan mulai membaik dan mereka sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga" ucapnya.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam