Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

Basarnas Evakuasi Korban KM Virgo Mencapai 188 penumpang!

Ilustrasi Kapal Jatuh (Pexels/Gerhard Lipold)

iLintas- KM Virgo Transport 8 merupakan kapal feri dengan jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) buatan Jepang di tahun 1987 dan ukurannya sangat besar yang secara resmi beroperasi pada Juli 2026.

Kecelakaan kapal terjadi di perairan Laut Jawa, 81 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kapal mengangkut 243 penumpang dan 89 kendaraan.

Kapal awalnya terjebak cuaca yang buruk pada Minggu 13 September 2026 di perairan Masalembo, gelombang laut saat  itu tingginya 2,5 meter. 

Ombak yang kencang membut kapal akhirnya miring dengan adanya mati listrik, komunikasi akhirnya terputus dengan awak kapal pada pukul 02.00 WITA. 

Penyelamatan dilakukan langsung setelah kapal dinyatakan hilang kontak pada September hingga kini memasuki hari ke-21 dengan tim yang menyelam menemukan bangkai kapal.

Operasi pencarian dihentikan di tanggal 3 Oktober karena pertimbangan keselamatan hingga akhirnya difokuskan pada menyisir wilayah pesisir pantai. 

Basarnas berhasil mengevakuasi 80 korban meninggal dan 108 penumpang yang selamat sisanya yang berjumlah 55 masih dalam pencarian. 

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan upaya penyelaman merupakan bagian yang paling krusial sehingga dalam sehari dapat melakukan 4-5 sortie setiap hari.

Ia juga mengatakan banyak halangan dan rintangan selama proses evakuasi berlangung, terutama karena cuaca serta kontaminasi zat kimia yang berada di sekitarnya.

"Pada kedalaman 27 meter, kondisi gas juga menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam," ucapnya.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam