Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

Usus Bercorak Karena Pencahar Begini Kata Ahli!

Ilustrasi perut (pexels/Kindel Media)

iLintas-
Tayangan video yang memperlihatkan pemeriksaan kolonoskopi seseorang dengan usus yang bermotif kehitaman mendadak viral di media sosial. 

Pola corak di usus dinilai mirip dengan kulit harimau, di dunia medis sering disebut dengan istilah Melanosis coli yang pemicunya yaitu penyalahgunaan obat pencahar.

Cuplikan tersebut pertama kali ramai akibat diunggah di media sosial X, seorang dokter asal India membagikan pengalamannya memeriksa pasien yang ususnya bercorak.

Dokter dengan username @docakx membandingkan usus yang sehat dengan pasien laxative abuse atau penyalahgunaan obat pencahar maupun teh pelangsing.

Perubahan warna terjadi di dinding dalam usus besar (kolon), corak kehitaman terjadi karena obat pencahar memaksa otot usus untuk berkontraksi.

Setelah ototnya berkontraksi, sel-sel usus mengalami kerusakan yang disebut apoptosis, akhirnya sel imun memakannya (makrofag) menghasilkan corak kehitaman.

Dr. Aru Ariadno yang merupakan dokter spesialis dalam sekaligus ahli kolonoskopi mengatakan bahwa kejadian tersebut dapat pulih kembali sekitar 6 bulan sampai setahun.

"Melanosis coli ini biasanya jinak ya, dan tidak berbahaya sifatnya reversible, dia bisa hilang," ucap Dr. Aru.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam