Fakta Minyak Kelapa dan Sawit! Berbahaya Dipakai Menggoreng?
![]() |
| Ilustrasi tangkapan layar minyak goreng (Pixabay/ @BuyMacACoffee) |
Tegal Viral - Pernahkah anda memperhatikan minyak goreng? Apakah gorengan bisa menjadi santapan yang sehat? Cek terlebih dahulu minyak yang akan anda gunakan!
Yuk kita bandingkan tingkat berbahaya antara minyak kelapa dan minyak sawit saat dipakai menggoreng!
Perbandingan Minyak Kelapa dan Minyak Sawit
1. Kandungan minyak sawit
Minyak kelapa sawit banyak digunakan oleh masyarakat sekitar dalam kebutuhan sehari-hari.
Makanan yang digoreng adalah kudapan favorit yang banyak diserbu masyarakat Indonesia. Panganan tersebut menjadi andalan saat sarapan maupun disantap sebagai cemilan.
Minyak yang sering dipakai untuk menggoreng ini mengandung vitamin E (Tokotrienol) Sebagai antioksidan kuat yang melindungi otak dan sel. Vitamin A dalam minyak sawit juga tinggi 30 lipat lebih banyak dari wortel.
Kandungan yang perlu dikhawatirkan yaitu minyak kelapa sawit memiliki 50% lemak jenuh. Salah satu kandungannya yaitu asam palmitat.
Khususnya pada minyak refined oil, ketika sudah dimurnikan maka vitamin dan tingkat antioksidannya hilang tidak seperti minyak yang masih berwarna merah sampai oranye.
2. Kandungan minyak kelapa
Minyak kelapa juga tak kalah populer dari minyak sawit, biasanya digunakan dalam perawatan kulit dan rambut.
Berkhasiat dalam mendukung program diet, manfaat minyak kelapa yang melimpah membuatnya dapat dikonsumsi.
Minyak kelapa tentu memiliki harga lebih tinggi dibanding minyak sawit pada umumnya. Ternyata Minyak kelapa banyak jenisnya loh!
Minyak yang berasal dari kelapa kering disebut Crude Coconut Oil (CCO), minyak kelapa tanpa pemanasan tinggi dinamakan Virgin Coconut Oil (VCO), minyak dari pemanasan daging kelapa yaitu Refined Coconut Oil (RCO).
Minyak kelapa mengandung 90% lemak jenuh yang berbahaya bagi penderita jantung. Meskipun belum ada penelitian lanjutan terkait minyak kelapa yang langsung menjadi resiko kematian atau serangan jantung.
Penelitian dalam jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi tahun 2025. Indonesia memiliki lahan luas dalam penghasilan minyak kelapa yaitu 3. 331,60 yang meliputi pulau Jawa, NTB, dan Riau.
Berdasarkan hasil penelitian, manfaat minyak kelapa yaitu memiliki konsentrasi asam laurat 32,73-54,27% dan asam kaproat (76,45%), asam miristat sekitar (28,55%). Melimpah bukan kandungan minyak kelapa?
3. Bahaya keduanya saat dipakai menggoreng
Minyak sawit akan berbahaya jika dipanaskan berulang kali, karena dapat meningkatkan asam lemak bebas.
Peningkatan itu berdampak pada aroma tengik yang muncul, merusak vitamin dan asam lemak esensial, mempengaruhi cita rasa makanan.
Peningkatan gugus radikalperoksida mengakibatkan oksidasi pada sel manusia. Standarisasi penggorengan ideal pada suhu 95-120 derajat Celcius. (Jurnal Abdi Masyarakat Mutiara, Universitas Sari Mutiara Indonesia tahun 2021).
Minyak kelapa sebenarnya berbahaya juga ketika dipakai menggoreng dengan kondisi yang suhunya panas karena mudah rusak komposisinya. Minyak kelapa dapat menaikkan kolesterol di dalam tubuh dengan cepat.
Pastikan menggoreng di suhu yang stabil dengan memperhatikan kandungan minyak. Minyak kelapa dan minyak sawit, keduanya memiliki khasiat dan efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
4. Minyak sawit cocok dipakai deep frying
Memasak gorengan dengan kuantitas minyak yang lebih banyak dan waktu yang lama sangat cocok jika menggunakan sawit.
Minyak sawit dibentuk khusus untuk menyesuaikan panas yang tinggi dari suhu kompor, sehingga tidak mudah rusak komponennya. Minyak sawit juga tidak menimbulkan radikal bebas di suhu tinggi.
Minyak sawit sangat berguna untuk membuat adonan makanan menjadi lebih renyah dan membuat bumbu meresap.
Makanan seperti kentang dan ayam tepung sangat baik jika menggunakan minyak kelapa sawit. Hal yang harus diperhatikan yaitu hindari penggunaan minyak sawit yang sudah berubah warna menjadi hitam.
Warna hitam yang dihasilkan minyak sawit dapat berisiko mendatangkan penyakit. Warna tersebut dihasilkan dari hasil oksidasi berkali-kali yang terkontaminasi dengan suhu tinggi dalam waktu yang lama, melebihi batas normalnya.
5. Minyak kelapa digunakan untuk tumisan
Menumis makanan paling cocok menggunakan minyak kelapa, karena minyak tersebut dapat mengeluarkan aroma yang wangi untuk masakan.
Aroma tersebut menambah kelezatan. Selain aroma, minyak kelapa juga menambah gurih rasa masakan. Rasa tersebut ditingkatkan dari karakter minyak yang cenderung manis.
Minyak kelapa yang memperkaya cita rasa, didukung karena adanya asam laurat sehingga asam lemak tersebut memberikan efek yang lebih kaya di lidah.
Penggunaan minyak untuk membuat nasi goreng ataupun nasi uduk juga membuat penikmatnya nambah piring.
Minyak kelapa cocoknya pada kondisi api yang sedang, tidak seperti minyak sawit sebelumnya yang mampu tahan di api tinggi.
Jika minyak kelapa digunakan untuk menggoreng dengan suhu yang tinggi, strukturnya akan berasap dan mengubah komposisi serta menurunkan nutrisi di dalamnya.
Gorengan dan makanan sehat bisa kita atur dari sekarang, asalkan makanan tersebut tidak berlebihan dikonsumsi. Jadi, mau pilih minyak yang mana?
Itulah fakta terkait dengan minyak kelapa dan minyak sawit yang perlu anda ketahui.***
Penulis: Aviaska Azizah
Sumber foto:
Ilustrasi gorengan yang siap disajikan (pixabay/BuyMeACoffee)

Komentar
Posting Komentar