Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

CERPEN PART 1 Ladang-Ladang Sunyi

 Ilustrasi Sebuah Ladang (Pexels/Lan Nguyen Tran)

iLintas.com
- Cerpen part 1 ladang-ladang sunyi menceritakan kepedihan seorang lelaki yang mencintai wanitanya.

Penasaran seperti apa kisah cerpen part 1 yang berjudul ladang-ladang sunyi?

Simak cerpen part 1 ladang-ladang sunyi berikut ini.

"Percuma Frans, percuma. Tutup mulutmu! Sampai kapanpun kau tak akan pernah berhasil. Jika kau ingin cintai perempuan, kau mesti jadi laki-laki terlebih dahulu."


 Kata-kata itu masih terngiang hingga saat ini. Ternyata begini rasanya punya kawat bangsat.

Kata-katanya yang ketus selalu jadi cambuk buatku, ditambah lagi dia selalu anggap aku orang yang lemah. Padahal jika dia minta, aku bahkan bisa pindahkan gunung ke tengah kota dan menggeser sungai dari tempatnya—seperti puisi Usman Arrumy. 

Tidak! Aku becanda. Begitulah kawanku, walaupun terdengar sakit, tapi menyadarkan.

Memang benar, aku bukanlah orang yang kuat. Atau katakanlah aku ini adalah orang yang lemah. Brengsek! Tak miliki tujuan.

Baca juga: CERPEN PART3 Kisah Negeri Abra

 Dan yang paling menyedihkan, aku tak miliki hasrat apapun di dunia ini. Aku selalu berjalan lusuh dengan mata yang mengantuk. 

Aku yakin bahkan orang paling putus asa di dunia ini pun akan sungkan ketika lihat aku. Tapi setelah dua puluh empat kali tujuh jam terakhir, duniaku berubah. Tepatnya setelah pertama kali aku lihat dia.

Di persimpangan jalan di antara pengapnya tumpukan bahan bangunan, aku lihat dia berdiri di atas tangga kecil. Aku masih bisa rasakan sensasinya. 

Baca juga: CERPEN PART2 Kisah Negeri Abra

Ketika pertama kali aku lihat matanya yang teduh bagai purnama—jika tidak berlebihan. Dan paras secantik bunga camelia itu masih tersembunyi di balik sehelai kain yang menutupi sebagian wajahnya. Aku tak pernah rasakan sensasi alami semacam ini. 

Ketika aku ada di dekatnya hatiku meraung ingin miliki dia seutuhnya. Tapi bukankah terlalu kurang ajar jika aku menikmati keindahan yang bukan milik aku? 

Dan sejak itu aku ingin milikinya! Walaupun merasa memiliki itu sendiri adalah hal yang kurang ajar.

 Menurutku, semoga aku salah.

Mulanya aku tanyakan namanya. Iya, seperti perkenalan pada umumnya. 

Dimulai dari berjabat tangan. Oh tidak, aku tak pernah sempat pegang tangannya meski sekadar bersalaman. Dari atas bak mobil aku menanyakan namanya. 

Baca juga: CERPEN PART1 Kisah Negeri Abra

Aku hanya seorang kernet. Hanya kernet! dan dari atas bak mobil aku menanyakan namanya. Kulihat tanganku terlalu kotor untuk menggenggam tangannya yang terlihat halus selembut kain beludru. 

Tidak pantas menurutku. Beruntungnya inderaku begitu tajam ketika menangkap satu kata lembut dari bibirnya yang langsung menusuk telingaku lantas bersemayam dalam jiwaku. 

Hanya sepotong nama yang dia katakan sambil tetap berlalu. “Irna.” Terdengar indah juga berkesan—bagiku. Terlebih aku hampir tidak percaya jika dia mau menjawab pertanyaanku.

Berikut cerpen part 1 ladang-ladang sunyi, semoga terhibur.***


Penulis: Andi Pranata 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!