Dampak Ambruknya Rupiah! 5 Pengeluaran Ini yang Bikin Kantong Gen Z Bengkak!
![]() |
| (Ilustrasi dompet berisi banyak uang/ pexels:Ahsanjaya) |
iLintas.com-Melemahnya rupiah yang menjadi perbincangan hangat netizen membuat gen z waspada. Pemicu terjadinya mata uang yang merosot yaitu suku bunga global yang meningkat dan impor yang semakin besar mempersempit surplus perdagangan. Menurunnya rupiah terhadap dolar menyentuh angka 17.000an, fantastis bukan! Akibatnya banyak gen z yang mengeluh kena efeknya. Simak 5 dampak ambruknya rupiah yang bikin kantong gen z auto membengkak!
1. Konsumtif terhadap produk elektronik
Produk digital memerlukan perangkat seperti chipset yang dibayarkan dengan dolar, ketika mata uang rupiah melemah maka beberapa inti dari mesin elektronik itu akan sulit didapat. Importir akan berusaha mengurangi jumlah pemasukan barang, daya saing di pasar akan sulit.
Akibatnya, kamu tidak bisa menemukan gadget dengan warna tertentu atau spesifikasi yang berkelas. Harga elektronik juga ikut meningkat otomatis, penjual akan membatasi cash flow mereka. Pembatasan tersebut dilakukan dengan cara mengurangi stok barang untuk meminimalisir kerugian.
Tipe ponsel tertentu juga mengalami naik turunnya harga secara drastis. Jangan kaget kalau tiba-tiba brand elektronik tertentu langsung turun harganya atau lebih mahal padahal baru launching!
2. Langganan premium aplikasi bikin kantong boncos!
Developer aplikasi meningkatkan fiturnya saat pengguna membayar premium. Pembayaran akun pro tujuannya untuk mengapresiasi kinerja platform. Berbeda dengan dulu, semua aplikasi bisa dinikmati dan tidak terbatas.
Tapi bayangin deh! Situasi rupiah melemah akan meningkatkan harga dari tarif langganan. Mengapa bisa terjadi? Aplikasi tersebut berpusat pada investor asing yang laporan finance-nya menggunakan dolar.
Pihak penyedia jasa harus berusaha menjaga revenue mereka stabil dan setara dengan mata uang dolar. Aplikasi juga harus memikirkan pajak yang rutin dibayarkan.
Akibatnya kamu harus bijak dalam memilih langganan premium yang tepat!
3. Kebiasaan pakai paylater semakin menonjok keuangan gen z
Kamu punya cicilan barang? Atau kamu hobi bayar nanti, menggunakan paylater? Hati-hati ya, kebiasaan ini bisa membuat kantongmu jebol di saat rupiah melemah. Kenapa bisa? Sistem keuangan pinjol punya cara untuk menyelamatkan rupiah yang menurun yaitu dengan menaikkan suku bunga. Penyedia jasa tersebut juga tidak ingin gulung tikar saat rupiah melemah. Pembayaran cicilan seperti KPR rumah, kredit kendaraan juga perlu kamu pikirkan dengan bijak! Mulai hari ini, kurangi hobi pinjol kamu ya, supaya kamu tetap aman dan nyaman.
4. Konser yang bikin dompetmu menipis
Harga tiket konser naik drastis apalagi yang skalanya internasional. Artis negara lain yang manggung di Indonesia biasanya meminta bayaran setara dolar. Beberapa artis Indonesia juga menerapkannya, tapi banyak juga yang harga tiketnya masih aman.
Promotor selain mikirin biaya artis, mereka juga pusing dengan persiapan panggungnya. Kewajiban sewa tempat, bayar produksi, sound system dan printilan lainnya.
Musisi kelas dunia memiliki standar perlengkapan yang tinggi. Pembiayaan yang meningkat bisa juga terkait peralatan artis lewat kargo udara, biasanya dikenakan perhitungan dolar. Membuat panggung yang menarik perlu mengeluarkan dana untuk perizinan dan pajak.
5. Nongkrong di cofee shop makin mahal
Kamu pecinta kopi? Kedai kopi saat ini menjamur dengan konsep yang unik sekaligus menarik. Tapi, apa jadinya kalau dampak dari melemahnya rupiah bisa membuat secangkir kopimu menjebolkan dompet?
Bahan-bahan impor yang digunakan bisa jadi pemicunya, kopi yang kamu seruput dan menjadi favorit kamu, ternyata datangnya dengan perhitungan dolar.
Solusi agar tidak boncos dan masih tetap menikmati kopi yaitu, kamu meracik bahan-bahan sendiri. Buat minumanmu di tumbler, atau kamu bisa mencari promo untuk membuat pengeluaranmu lebih hemat.
Demikian 5 pengeluaran gen z yang bikin keuangan membengkak saat rupiah melemah, bijaklah dalam mengatur keuangan!***
Penulis: Aviaska Azizah

Komentar
Posting Komentar