Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Ilustrasi alat berat (pexels/Владимир Брызгин)

iLintas- Alat-alat berat mendatangi wilayah petani yang terjadi di Gunung Salak Bogor, konflik menggarap lahan yang dimiliki Kelompok Tani Hutan Maduhur.

Peristiwa alat berat tersebut yang menduduki area petani di Bogor, terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari pada Senin, 3 Agustus 2026 dan akhirnya dikawal oleh sejumlah organisasi masyarakat.

Alat berat yang masuk ke kawasan petani di Bogor diduga milik PT Prima Mustika Candra (PMC), kejadian sempat memanas karena sebelumnya pihak perusahaan berseteru dengan warga setempat.

Strategi mereka dalam mengelabui warga yaitu diiming-imingi, tindakan tersebut memicu amarah masyarakat sehingga dihadang oleh preman yang jumlahnya mencapai 150.

Kemarahan warga dipicu oleh perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 2/Desa Sukajaya yang digadang-gadang selesai pada tahun 2027 dan diterbitkan 1997.

Excavator dikabarkan telah merusak sumber daya alam sekitar, pipa air warga rusak akibat benturan alat berat , 66 petani dan 28 bergender wanita terdampak akibat dari tindakan tersebut.

Postingan di akun instagram resmi @sukajayamelawan, dengan beberapa narasi perlawanan yang mengecam perusahaan tersebut.

"Kami mengutuk keras PT PMC yang berupaya menciptakan konflik horizontal sesama warga, mendesak pemerintah setempat dan aparat untuk bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi," tulisnya. ***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!