Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!

Tangkapan Layar Instagram @nuonline.id

iLintas- Nahdlatul Ulama (NU) menggelar muktamar ke- 35, di Jombang Jawa Timur dengan ratusan peserta yang memeriahkan acara dengan dihadiri berbagai tokoh masyarakat. 

Tema kegiatan kali ini yaitu Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa. Agenda tersebut dijadwalkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 dan dilanjutkan pada hari Minggu.

Pembukaan acara dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis sore, di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. 

Persidangan pemilihan ketua PBNU melalui dinamika panjang setelah adanya pengusulan penunjukkan ketua melalui metode Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang akhirnya disetujui seluruh peserta.

Konsep pemilihan sebelumnya menggunakan one man one vote (Satu orang satu suara) menjadi Ahwa berdasarkan voting setelah Komisi Organisasi belum menemui penerangan terkait cara pemilihan ketua.

Ketentuan pemilihan ketua akan dirampungkan dan diawali dengan proses tabulasi calon AHWA, hasilnya akan dimusyawarahkan sebagai Rais Aam PBNU sebelum memasuki pemilihan ketua.

Rais Aam memegang peranan penting dalam persetujuan AHWA dalam diskusi, delegasi dari setiap PCNU, PWNU, PCINU berjumlah 5 orang dengan suara terbanyak.

Hasil voting peserta muktamar yang memilih pemilihan secara langsung sebanyak 150 peserta, sedangkan metode AHWA memperoleh suara 401, jumlah suara sesuai  552 dan 1 suara tidak sah


Penulis: Aviaska Azizah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!