Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

Richard Lee Pingsan di Sel Doktif Nyentil dan Nyindir!

Tangkap Layar Instagram @dr.Richard_lee

iLintas.com-
Sidang lanjutan Richard Lee yang disebutkan bahwa hakim menolak ekspesi, dokter berusia 40 tahun tersebut dikabarkan pingsan pada 10 Juli 2026.

Richard Lee mengonsumsi obat saat berada di Lapas Pemuda IIA yang berlokasi di Tangerang, ia menyampaikan kepada kuasa hukumnya Faizal Hafied.

Pingsannya dokter Richard Lee menurut kuasa hukumnya karena sedang menjalani penurunan dosis obat atau yang disebut dengan (tapering), menurutnya pola penggunaan obat harus dilaksanakan di unit  medis.

Pihak Richard Lee memutuskan untuk meminta permohonan kepada majelis hakim untuk untuk adanya pengalihan penahanan karena obat tersebut merupakan golongan keras.

Obat berjenis Amitriptyline sudah dikonsumsi sejak 4 bulan secara rutin ketika dokter Richard Lee berada di sel tahanan, persidangan lanjutan akhirnya digelar pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dugaan pelanggaran atas kasus yang menyeret penyelewengan UU Perlindungan Konsumen dan Kesehatan sedang didalami terkait penggunaan bahan berbahaya di sejumlah produk miliknya.

Majelis Hakim yang mendapatkan laporan pengalihan penahanan langsung menolak dengan alasan surat izin tersebut tidak berupa rawat inap yang membutuhkan beberapa hari.

Penolakan tersebut sesuai dengan peraturan atau SOP yang berlaku, pihak Richard Lee baru melampirkan surat izin untuk berobat.

Doktif yang sempat terlibat konflik dengan Richard Lee berpendapat bahwa darurat medis hanyalah alasan, ia meragukan kondisi tersebut pasalnya pola ini sudah berulang sebelumnya.

Richard Lee menurut doktif saat menjalani penyidikan pernah memberikan alasan yang serupa yaitu terkait masalah kesehatan, ia malah mengatakan merasa tertawa mendengar keluhan Richard Lee.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam