Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

WNA di Bali Bunuh Pacar Karena Gak Mau Diputusin!

Ilustrasi Tanda Polisi (pexels/kat wilcox)

iLintas.com- Berita pembunuhan yang dilakukan seorang turis asal Singapura yang berusia 25 tahun Muhammad Zulhelmi kepada pacarnya Angelica Suherman berusia 26 tahun, viral. 

Angelica merupakan seorang wanita yang berasal dari Tegal Jawa Tengah, dibunuh setelah pelaku ketahuan selingkuh berkali-kali dan akhirnya meminta untuk putus dari sang kekasih, Zulhelmi.

Zulhelmi tidak terima dan naik pitam lalu mencekik kekasih, sebelumnya korban selalu memaafkan pelaku namun ia selalu mengulangi kesalahan yang sama. 

Pihak kepolisian, AKBP I Ketut Widiarta mengungkap bahwa pertengkaran sering terjadi di antara pelaku dan korban dan Angelica selalu mengatakan ingin mati saat sedang berseteru dengan Zulhelmi.

Akibat perselisihan tersebut, Zulhelmi mencekik Angelica lalu sempat menutupi jasadnya dengan boneka, kepada pihak kepolisian ia sempat beralasan bahwa korban jatuh ke lantai.

Jenazah korban tiba di rumah duka pada Jumat 17 Juli 2026, di Desa Mindaka dan keluarga sempat histeris menyambut Angelica, beberapa warga ikut menemani prosesi pemakamannya.

Pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku atas kejahatan yang dilakukannya sampai menghilangkan nyawa puteri mereka.

Pembunuhan terjadi pada Jumat 10 Juli 2026 di kos daerah Pedungan, Bali dan ditemukan cukup lama setelahnya yaitu 5 hari setelah adik korban sulit menghubungi Angelica.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!