Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Kronologi Kebakaran di Jatibogor Tegal dan Dampaknya

Ilustrasi kebakaran (pexels/Michelle Hart)

iLintas
- Kebakaran hebat rumah warga yang menjadi luka terdalam serta trauma setelahnya masih membekas, kejadian tersebut berada di Desa Jatibogor Kabupaten Tegal.

Kebakaran di Jatibogor Tegal tersebut pada malam hari Kamis 6 Agustus 2026 yang membabat habis permukiman warga di RT. 03 dan RW. 08, peristiwa tersebut terjadi begitu cepat.

Akibat kebakaran yang terjadi di Jatibogor Tegal, perumahan warga mengalami kerusakan parah serta banyak keluhan datang setelahnya, hal tersebut membuat masyarakat sekitar terkejut.

Asap pertama kali muncul diyakini datang dari rumah salah satu warga, terlihat di belakang rumah sebelum memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar Tegal), warga sempat memadamkannya.

Pemilik rumah yang menjadi sumber api saat itu sedang berada di warung sehingga rumahnya ditinggalkan (kosong), sempat tidak ada yang melihat kejadian tersebut.

Beberapa warga saling bekerja sama untuk menghentikan kebakaran dengan alat yang sangat sederhana, kemudian Pemadan Kebakaran (Damkar Tegal) dipanggil dan mematikan api selama satu jam.

Kebakaran diduga akibat konsleting listrik untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. beberapa warga merasa cemas karena pemukimannya dinilai berdekatan jaraknya. 

Kerugian akibat terjadinya tragedi tersebut mencapai Rp 160 juta, namun ada beberapa warga yang terpaksa mengungsi usai kejadian.

Kebakaran tersebut mengundang simpati masyarakat khususnya Palang Merah Indonesia  (PMI) yang memberikan dukungan kasih kepada korban yang rumahnya rusak.

Bantuan tersebut didistribusikan pada Jum'at 14 Agustus 2026, PMI memberikan uang tunai sebesar Rp 3,2 juta beserta sembako, dan peralatan kesehatan lainnya.***


Penulis: Aviaska Azizah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!