Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Latar Belakang dan Motif Pelajar Bunuh Diri di Stasiun Jurang Mangu!

Ilustrasi kereta (pexels/Connor Scott McManus)

iLintas- Seorang siswi bernama Aisyawalya Putri diketahui bersekolah di SMK Bina Informatika jurusan Broadcast diduga melakukan aksi bunuh diri di Stasiun Jurang Mangu Tangerang Selatan.

Kejadian bunuh diri di Stasiun Jurang Mangu terjadi pada Senin 11 Agustus 2026, siswi tersebut dinilai selama ini sebagai sosok yang baik, penurut, serta mengikuti aturan di lingkungan.

Pelajar yang berusia 16 tahun tersebut, bunuh diri di Stasiun Jurang Mangu Tangerang Selatan terekam dalam sebuah cuplikan video akun tiktok dengan username @pojoksatu.

Warga bergerombol untuk melihat tempat kejadian perkara (tkp) dimana kepala AP terpisah dari kakinya karena hantaman roda kereta yang begitu kencang, ketika melaju ia langsung melompat ke rel.

Kawan sekolahnya melihat AP merupakan anak yang disayang oleh keluarga dan berada di rumah yang nyaman serta tidak ada laporan selama ini terkait masalah perundungan.

Korban juga sempat membagikan momen haru saat diterima menjadi siswi pada kegiatan MPLS di sekolah, AP memberikan rasa terima kasihnya kepada banyak pihak.

AP awalnya datang ke stasiun bersama temannya, namun mereka berpisah lantaran jalur yang berbeda. Petugas menemukan korban sudah dalam kondisi terhimpit roda bawah rel kereta.

Korban juga sempat mengunggah postingan satu jam sebelum kejadian, ia mengucapkan permohonan maaf apabila kereta nantinya akan mengalami keterlambatan.

Sampai saat ini pihak kepolisian sedang mendalami dan mengecek akun tiktok yang diduga milik AP, dengan postingan tanda-tanda sebelum adanya indikasi bunuh diri.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!