Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!
![]() |
| Ilustrasi pisau (pinterest/Larissa) |
iLintas- Seorang pedangang piscok bernama Saepul biasanya mangkal di Stasiun Pondok Cina, menjadi pelaku pembunuhan keji dengan motif di luar nalar.
Saepullah pedangan piscok Stasiun Pocin yang sempat diundang di stasiun tv sudah mengincar korbannya dari sosial media dan ada jeda antara kematian korban dengan upaya mutilasi.
Pelaku yang berusia 26 tahun tersebut sempat mengajukan pengunduran diri dari usahanya, ia mengunjungi pimpinan outlet setelah kejadian pembunuhan.
Piscok yang dipimpin oleh Dwi Purwadi dengan nama piscok selamat pagi ini menjadi incaran pembeli dan biasanya gen Z, artinya wajah Saepul sudah tidak asing untuk netizen.
Saepul menurut pihak owner piscok mengatakan sempat mengajukan cuti dan akhirnya mengundurkan diri pada 23 Juli 2026 dengan alasan ingin bekerja di Margo City setelah satu bulan bekerja.
Pelaku memutilasi korban dengan membuang potongan kaki ke Kali Licin, Depok dengan motif pembunuhan ingin menguasai kendaraan yang dimiliki korban.
Saepul terjerat pasal pembunuhan berencana, ketika diwawancari pihak berwajib ia dengan santai mengaku memutilasi karena sulit untuk menyembunyikan jasad korbannya.
Pelaku memutilasi korban di kontrakan Cipayung, ia memang memiliki pengalaman sebagai tukang pemotong daging, ia juga membiarkan korbannya sekarat sebelum meninggal.
Proses pembunuhan tersebut memakan waktu 3,5 jam dengan membuang potongan secara bertahap di malam hari dengan dua kali pada selisih 30 menit.***
Penulis: Aviaska Azizah
Komentar
Posting Komentar