Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Ojek Kayu di Wonosobo Terjun ke Tebing

Ilustrasi ojek kayu (pinterest/pin.it)

iLintas-
Ojek kayu yang merupakan seorang warga Dusun Pawulon Kecamatan Kepil Wonosobo mengalami tragedi ketika membawa muatan mahoni pada pukul 13.30 WIB.

Sepeda motor yang digunakan korban berinisial DS tersebut sudah dirakit, korban dinyatakan meninggal saat sedang bekerja sebagai ojek kayu yang diduga sempat menyenggol batu di jalan.

DS yang saat itu sedang bekerja mengangkut kayu seperti biasanya, tiba-tiba motor yang dikendarai terpeleset sehingga ia kehilangan keseimbangan dan terseret ke tebing yang tingginya 3 meter.

Warga mendengar suara keras dari lokasi korban dan menemukan DS dalam kondisi mengenaskan tertimpa kayu mahoni yang dibawanya beserta motor yang dikendarainya.

Saksi mata langsung melaporkan kejadian pada pukul 14.00 WIB, Iptu Joko Siswanto selaku kapolsek membenarkan kejadian tersebut dan langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Akibat benturan keras, korban mengalami pendarahan di area telinga sampai ke mulut, pihak kepolisian juga memastikan bahwa kejadian ini murni kecelakaan kerja, tidak ada indikasi kekerasan.

"Kami menghimbau masyarakat agar segera menghubungi kantor polisi atau layanan darurat terdekat apabila terjadi kecelakaan," ujar Joko.

Polres Wonosobo menghimbau agar masyarakat mengutamakan keselamatan saat bekerja dengan mempertimbangkan kondisi motor, muatan yang diangkut agar tidak berlebihan.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!