Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Siswa di Thailand Gunakan Senjata Api di Sekolah!

Ilustrasi senjata api (pexels/ Africa and Asia)

iLintas
- Siswa di Thailand menggunakan senjata api di kawasan sekolah negeri ko-edukasi SMA Debsirin yang berada si sekitar Nonthaburi, remaja tersebut berusia sangat belia yaitu 14 tahun.

Siswa di Thailand yang menggunakan senjata api di sekolah mulanya menembak warga di sekitar dan akhirnya melakukan aksi bunuh diri setelahnya di tempat kejadian yang sama.

Pelaku yang merupakan siswa sekolah Thailand sebelum menggunakan senjata api yang menakuti teman, warga setempat, ia juga membunuh keluarganya di pagi hari.

Sembilan nyawa dilaporkan meninggal setelah seorang siswi berusia 12 tahun tewas korban jiwa diduga terus meningkat saat menjalani perawatan intensif hingga kini.

Siswi tersebut menjawa korban pertamanya yang sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, pelaku diduga menjadi korban perundungan dan membuatnya frustasi hingga melakukan tindakan yang nekat.

Pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam, kejadian tersebut berlangsung pada Jum'at 7 Agustus 2026, sebanyak 30 warga dikabarkan cedera parah.

Laporan yang diberikan pihak keluarga menyatakan bahwa pelaku tidak memiliki teman dan hampir tidak berkomunikasi dalam kesehariannya. 

Pelaku banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game di komputer, ia dididik dengan sangat baik oleh nenek dan kakeknya setelah orang tuanya bercerai.

Pelaku mendapatkan inspirasi dan belajar perilaku tersebut dari media sosial, setelah pihak kepolisian mengecek ponsel miliknya, ia mengakses konten kekerasan.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!