Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam

Gambar
Ilustrasi Kecelakaan (Pexels/Valentin Sarte) iLintas - Sekelompok pelajar yang tidak diketahui identitasnya menghebohkan pengguna jalan karena membawa senjata tajam dan stik golf yang mengakibatkan kepanikan. Sepeda motor akhirnya tertabrak trotoar yang menewaskan pengendara setelah mengalami cedera kepala hebat di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara. Kejadian kecelakaan terjadi di sore hari pada Jum'at 9 Oktober 2026, saat korban dan teman-temannya ingin berangkat untuk bermain futsal dan berpapasan dengan kelompok pelaku. Korban yang merupakan pelajar SMK dengan inisial A (14 tahun) dan W (15 tahun) berasal dari Pinang, Kota Tangerang, mereka sebelumnya menjadi suporter pertandingan futsal.  Iptu Wahyuni selaku Kasie Humas Polres Tangsel mengatakan bahwa korban menggunakan motor Honda Scoopy dan akhirnya terbentur tiang listrik di pinggir jalan. "Kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Cileduk datang dari arah Graha Raya, kelompok tersebut d...

Siswa di Thailand Gunakan Senjata Api di Sekolah!

Ilustrasi senjata api (pexels/ Africa and Asia)

iLintas
- Siswa di Thailand menggunakan senjata api di kawasan sekolah negeri ko-edukasi SMA Debsirin yang berada si sekitar Nonthaburi, remaja tersebut berusia sangat belia yaitu 14 tahun.

Siswa di Thailand yang menggunakan senjata api di sekolah mulanya menembak warga di sekitar dan akhirnya melakukan aksi bunuh diri setelahnya di tempat kejadian yang sama.

Pelaku yang merupakan siswa sekolah Thailand sebelum menggunakan senjata api yang menakuti teman, warga setempat, ia juga membunuh keluarganya di pagi hari.

Sembilan nyawa dilaporkan meninggal setelah seorang siswi berusia 12 tahun tewas korban jiwa diduga terus meningkat saat menjalani perawatan intensif hingga kini.

Siswi tersebut menjawa korban pertamanya yang sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, pelaku diduga menjadi korban perundungan dan membuatnya frustasi hingga melakukan tindakan yang nekat.

Pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam, kejadian tersebut berlangsung pada Jum'at 7 Agustus 2026, sebanyak 30 warga dikabarkan cedera parah.

Laporan yang diberikan pihak keluarga menyatakan bahwa pelaku tidak memiliki teman dan hampir tidak berkomunikasi dalam kesehariannya. 

Pelaku banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game di komputer, ia dididik dengan sangat baik oleh nenek dan kakeknya setelah orang tuanya bercerai.

Pelaku mendapatkan inspirasi dan belajar perilaku tersebut dari media sosial, setelah pihak kepolisian mengecek ponsel miliknya, ia mengakses konten kekerasan.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supir Taksi Dibegal di Pamulang!

Mahasiswa Tewas Bikin Konten di Stasiun Sudimara

Kecelakaan di Alam Sutera Akibat Pelajar Bawa Sajam