Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

TNI Unjuk Gigi dalam Kegiatan Menarik di TMMD Morowali

Ilustrasi TNI (pexels/Heru Dharma)

iLintas- Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan program yang bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan tersebut dituang dalam Satgas TMMD yang berlokasi di Morowali.

Program tersebut merupakan hasil dari buah pikiran secara mandiri untuk membangun kesejahteraan sosial yang dibuka pada Rabu 15 Juli 2026 dan berakhir pada 13 Agustus 2026.

TMMD ini sudah dilaksanakan ke-129 dimana awal mulanya berlangsung pada tahun 1980, diusung oleh Jenderal M. Jusuf yang pada saat itu menjabat sebagai Menhankam atau Pangab.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilaksanakan lebih dari satu kali dalam setahun dan biasanya di daerah yang berbeda-beda, biasanya wilayah setempat mengajukan keinginan sesuai kebutuhannya.

Kabupaten Morowali berada di Sulawesi Tengah Kecamatan Bungku Tengah menggelar aksi nyata yang berdampak secara besar-besaran melalui program TMMD kali ini, dilaksanakan oleh Kodim 1311.

Kebahagiaan masyarakat di Pulau Umbele sangat terpampang ketika Satgas TNI memperbaiki sekolah yang rusak serta menanam bibit yang produktif di sekitar lahan melalui kegiatan ketahanan pangan.

Sebanyak 1300 bibit disalurkan yaitu bibit pohon kelapa, pala, dan pisang, disambut dengan ungkapan rasa terima kasih dari Kepala Desa Suparta Nurdin. 

Tidak hanya program nonfisik yang diberdayakan tetapi program fisik turut dilaksanakan untuk membangun kemajuan suatu desa dan ketangguhan sumber daya di sekitar.

TNI dibantu masyarakat setempat melakukan kerja sama dan menjalankan kegiatan bersama, di masing-masing tipe program, warga menilai TNI telah memberikan dampak yang positif untuk desa.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!