Tawuran Seram Saling Adu Senjata Tajam di Kalibata: Polisi Temukan Ini!

Gambar
Ilustrasi keadaan jalan (pexels/Markus Winkler) iLintas - Aksi bertanding memamerkan senjata tajam di Kalibata membuat warga sekitar ketakutan, mereka saling mengacungkan dan menggerakan celurit secara bebas di jalanan. Sekelompok pemuda yang melakukan atraksi mengerikan diduga masih bertstatus pelajar, mereka melancarkan tindakannya di flyover Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah tawuran yang menyeramkan teresebut, pihak kepolisian mengatakan tidak ada korban luka maupun jiwa pasca kejadian, sehingga hanya adu senjata tajam saja. Rombongan pelajar melakukan konvoi di sepanjang jalan dekat Apartemen Kalibata City, pada Kamis 17 September 2026 dengan motif mencari rival untuk diajak tawuran. Rombongan yang ikut serta sebanyak puluhan pelajar sehingga aktivitas jalan raya terganggu, pihak kepolisian langsung bergerak untuk mendalami kasus hingga survei ke tempat kejadian. Polisi menelusuri CCTV setempat usai mendapati TKP kosong dan pelajar sudah pergi dari lokasi, namun aparat m...

KPK Meradang! Gurita Bisnis Anteknya Nusron Wahid Bermain Api

Tangkapan Layar @kementerian atrbpn

iLintas-
Nusron Wahid terseret kasus korupsi, gratifikasi yang melibatkan pemecahan sertifikat GHB PT. Summarecon Agung Tbk, dan kasusnya dinilai paling terbesar sepanjang sejarah OTT KPK.

Antek-antek yang merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN tersebut menjadi tersangka, beberapa di antaranya berstatus sebagai pejabat daerah. 

Nusron Wahid menghormati proses hukum yang terjadi di lingkungan ATR/BPN, ia memberikan keterangan usai shalat Jum'at di Kantor Kementerian pada 18 September 2026. 

Nusron mengatakan bahwa ia tidak akan mengacaukan proses hukum, kejadian tersebut penting untuk pembenahan internal ATR/BPN ke depannya.

"Semoga dengan kejadian ini, ada proses pecepatan perbaikan layanan," kata Nusron saat ditemui awak media.

Pernyataan Nurson ini merupakan kali pertama setelah ia tidak hadir berturut-turut dalam rapat Komisi II DPR RI di hari Selasa dan Rabu sebelumnya.

KPK sudah menggeledah ruangan kementerian ATR/BPN namun pihaknya juga menyampaikan bahwa ruangan Nusron tidak digeledah. 

 KPK menyita uang tunai sebanyak Rp. 106,3 miliar, operasi tangkap tangan fokus pada pengurusan lahan di Bogor Jawa Barat namun status Nusron Wahid saat ini belum menjadi tersangka.***


Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Fakta Pria Tendang Wanita di Senayan City

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!