Andre Taulany dan Amanda Rigby Akan Menikah, Mantan Istri Buka Suara!
![]() |
| Ilustrasi say no to bullying (Pexels/Nothing Ahead) |
Siswa SMP tersebut kelas 7 di sebuah MTS Swasta, bullying tersebut berlangsung setelah shalat dzuhur saat keduanya masih berada di lingkungan sekolah hingga mengakibatkan putusnya jari korban.
Jari yang putus dari bocah SMP, diduga bermula dari saling mengejek nama orang tua dan pelaku yang berjumlah 3 orang merupakan kakak kelas dari korban.
Kejadian berlangsung pada Senin 27 Juli 2026, sekolah MTS Islam Wangunrejo yang berada di wilayah Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, puncaknya ketika jari korban terjepit pagar besi.
Korban sempat ingin diselamatkan dan mau melarikan diri ke kelas namun pelaku menganiaya korban hingga korban memutuskan untuk memanjat pagar besi yang berada di sekolahnya.
Jemari yang putus tersebut tidak bisa disambung kembali karena adanya infeksi akibat terjepit dengan tekanan kuat dan dalam waktu yang panjang.
Potongan jari telunjuk dan jari manis akhirnya disemayamkan di lokasi sekolah berdasarkan keputusan dari pihak setempat, pagar besi setinggi 2 meter menjadi trauma dan luka tersendiri bagi keluarga korban.
Pihak kerabat akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian atas dugaan perundungan yang menimpa korban, sedangkan pihak sekolah menyatakan adanya unsur ketidaksengajaan yang terjadi.
Korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya diperbolehkan pulang pada Jum'at 31 Juli 2026, pihak kepolisian masih mendalami kasusnya.***
Penulis: Aviaska Azizah
Komentar
Posting Komentar