Tawuran Seram Saling Adu Senjata Tajam di Kalibata: Polisi Temukan Ini!

Tangkapan Layar @dyahlfardisa
iLintas- Pemilik brand kuliner Bolosego menungkap praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di seiktar Alun- Alun Kidul, Yogyakarta dan merasa dirugikan dengan sistem setempat.
Dyah Laily Faradisa awalnya meminta izin kepada seluruh pihak yang bersangkutan untuk bisa berjualan dengan membawa food truck, ia merasa sudah mengikuti prosedur dan mengantongi hukum yang kuat.
Owner Bolosego ini dimintai uang sekitar Rp2,5 juta karena menggunakan tempat parkiran berjam-jam sehingga menutup aktivitas yang berlangsung.
Wanita berusia 33 tahun tersebut akhirnya melakukan negosiasi dan mendapatkan kesepakatan pembayaran menjadi Rp 1 juta per hari, Dyah diharuskan memberi makan preman dan polisi setempat.
Pemilik yang merupakan alumnus DPP UGM itu menghentikan operasional penjualanannya, padahal sudah dijadwalkan berdagang selama 5 hari (16-20 September 2026) mendatang.
Dyah sendiri memiliki latar belakang di bidang pemasaran dan pendidikan, sebagai alumni FISIP UGM ia berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK memuaskan yaitu 3,83.
Ia merasa dirugikan, lalu ia menceritakan pengalaman pungli tersebut di media sosial berupa tayangan video, yang diunggah pada 17 September 2026.
Banyak pihak yang mencoba menghubunginya untuk dimintai keterangan termasu di lingkungan keraton, namun dalam cuplikan video Dyah mengaku masih syok.
Ia meminta maaf belum bisa mengikuti mediasi dan merespons pihak-pihak lain, ia berharap praktik pungli dapat dihentikan ke depannya dan cukup dirinya yang merasa dirugikan.***
Penulis: Aviaska Azizah
Komentar
Posting Komentar