Tawuran Seram Saling Adu Senjata Tajam di Kalibata: Polisi Temukan Ini!

Gambar
Ilustrasi keadaan jalan (pexels/Markus Winkler) iLintas - Aksi bertanding memamerkan senjata tajam di Kalibata membuat warga sekitar ketakutan, mereka saling mengacungkan dan menggerakan celurit secara bebas di jalanan. Sekelompok pemuda yang melakukan atraksi mengerikan diduga masih bertstatus pelajar, mereka melancarkan tindakannya di flyover Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah tawuran yang menyeramkan teresebut, pihak kepolisian mengatakan tidak ada korban luka maupun jiwa pasca kejadian, sehingga hanya adu senjata tajam saja. Rombongan pelajar melakukan konvoi di sepanjang jalan dekat Apartemen Kalibata City, pada Kamis 17 September 2026 dengan motif mencari rival untuk diajak tawuran. Rombongan yang ikut serta sebanyak puluhan pelajar sehingga aktivitas jalan raya terganggu, pihak kepolisian langsung bergerak untuk mendalami kasus hingga survei ke tempat kejadian. Polisi menelusuri CCTV setempat usai mendapati TKP kosong dan pelajar sudah pergi dari lokasi, namun aparat m...

Owner UMKM Buka Suara Adanya Pungli Tak Masuk Akal di Alkid Yogyakarta!

Tangkapan Layar @dyahlfardisa

iLintas-
Pemilik brand kuliner Bolosego menungkap praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di seiktar Alun- Alun Kidul, Yogyakarta dan merasa dirugikan dengan sistem setempat.

Dyah Laily Faradisa awalnya meminta izin kepada seluruh pihak yang bersangkutan untuk bisa berjualan dengan membawa food truck, ia merasa sudah mengikuti prosedur dan mengantongi hukum yang kuat.

Owner Bolosego ini dimintai uang sekitar Rp2,5 juta karena menggunakan tempat parkiran berjam-jam sehingga menutup aktivitas yang berlangsung.

Wanita berusia 33 tahun tersebut akhirnya melakukan negosiasi dan mendapatkan kesepakatan pembayaran menjadi Rp 1 juta per hari, Dyah diharuskan memberi makan preman dan polisi setempat.

Pemilik yang merupakan alumnus DPP UGM itu menghentikan operasional penjualanannya, padahal sudah dijadwalkan berdagang selama 5 hari (16-20 September 2026) mendatang.

Dyah sendiri memiliki latar belakang di bidang pemasaran dan pendidikan, sebagai alumni FISIP UGM ia berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK memuaskan yaitu 3,83.

Ia merasa dirugikan, lalu ia menceritakan pengalaman pungli tersebut di media sosial berupa tayangan video, yang diunggah pada 17 September 2026. 

Banyak pihak yang mencoba menghubunginya untuk dimintai keterangan termasu di lingkungan keraton, namun dalam cuplikan video Dyah mengaku masih syok.

Ia meminta maaf belum bisa mengikuti mediasi dan merespons pihak-pihak lain, ia berharap praktik pungli dapat dihentikan ke depannya dan cukup dirinya yang merasa dirugikan.***

 

Penulis: Aviaska Azizah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPK Meradang! Gurita Bisnis Anteknya Nusron Wahid Bermain Api

Kumpulan Fakta Pria Tendang Wanita di Senayan City

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!