5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Memicu Perilaku Perundungan
![]() |
| Ilustrasi perilaku bulying dengan teman(pexels/Mikhail Nilov) |
iLintas.com - Kita sering tidak menyadari jika perbuatan yang dilakukan menyinggung hati orang lain. Kebiasaan tersebut bisa membentuk mentalmu menjadi seorang pembully.
Kebiasaan yang tanpa disadari bisa memicu perundungan akan berdampak di jangka panjang untuk korbannya. Emosional yang mendalam memicu trauma yang sulit untuk disembuhkan.
Apakah temanmu murung karenamu? Mereka bahkan ada yang takut saat melihatmu, simak 5 sikap yang selama ini diam-diam membentukmu menjadi pembully tanpa kamu sadari!
Baca juga: 3 Hack Makanan Solaria yang Bikin Kantong Hemat cuman 50k!
Hindari dan Cegah Sikap Ini
1. Meremehkan penampilan dan kehidupan orang lain
Apakah kamu sering merasa pencapaian orang lain terlihat kurang menarik? Cerita yang orang lain sampaikan membuatmu berkata, "Alah cuman begitu doang kok,"
Ucapan seperti itu bisa mematahkan hari orang lain, membuat temanmu sedih. Secara tidak langsung kamu sudah menanamkan sikap bullying.
Tanpa kamu sadari, dimulai dari hal-hal kecil seperti ungkapan, "Cuman gitu aja repot!"
Baca juga: 4 Nilai Kampus di Mata Gen Z! Lulusan Era Modern
Apalagi kalau komentarnya soal fisik orang lain, itu udah bahaya banget gengs. Meragukan teman termasuk abusive loh! Bagaimana cara mencegah sikap ini sejak dini?
Cobalah untuk meminta penilaian dari temanmu tentang dirimu, untuk memastikan bahwa sifatmu selama ini masih wajar.
Diskusikan juga dengan keluarga, sahabat tentang dirimu dengan pertanyaan pembuka, "Sikap apa di diri aku yang bikin kamu kurang nyaman?"
Baca juga: Lolos Psikotes Kerja di 2026? Tiga Pola yang Harus Kamu Ketahui
2. Mengadu nasib saat teman curhat walaupun niatnya motivasi
Niatnya sih bikin orang lain terinspirasi, yang mendengar bisa ikut bangga juga dengan dirimu tapi malah jadi boomerang buat circlemu.
Kebiasaanmu yang sering membuat orang lain ngedown itu bahaya banget, loh!
Ada pepatah yang mengatakan, jangan ngomongin kebahagiaan di depan orang sedih. Jangan juga ngomongin kesehatan di depan orang yang sedang sakit.
Karena apa? Kita nggak tau orang di depan kita level mentalnya sedang seperti apa. Situasi ini dinamakan, toxic positivity.
Baca juga: Kenali Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan, Simak Selengkapnya
Momennya bisa juga seperti, orang lain cerita terus kamu tanggepin dengan membahas keluhanmu juga. Kondisi tersebut, terkadang bikin yang dengar tambah lesu dan pusing.
Misalnya, kamu bilang, "Iya aku setuju, hari ini capek lagi belum tadi aku ketemu masalah gede banget, lebih dari yang kamu rasain!"
Sebaiknya kita harus melakukan apa saat ada orang lain yang cerita? Kalau mau yang aman sih cukup dengerin dan kasih semangat, "Aku ngerti ko perasaan kamu, ayo kita healing!"
Baca juga: 4 Kebiasaan Penulis Keren yang Jarang Dibagikan ke Pemula, Simak Penjelasannya
Atau, "Kamu lagi ingin apa? Aku temenin! Jangan sedih lagi ya.."
Temanmu lebih seneng kalau kamu inisiatif untuk act of service, minimal beri dia semangat.
3. Melabelkan dan menilai teman di dalam hati
Menilai orang diam-diam juga bisa menjadi kebiasaanmu yang akan membuat kamu bermental pembully. Misalnya ada orang yang lewat, terus kamu bilang, "Ih ko mukanya galak ya,"
Meskipun kamu bilangnya cuman di hati.
Baca juga: Anti Bosan! 5 Ide Games Telfonan Bareng Pacar Saat LDR
Prasangka buruk bisa membuat aura kamu negatif loh! Apalagi kalau melabeli orang dengan sengaja seperti kamu menilai temanmu pelit, pemarah, dan lainnya.
Berbahaya saat kamu dengan frontal menilai temanmu tanpa diminta, itu akan lebih menyakitkan! Kalau memang tuntutan pekerjaan membuat kamu harus mengoreksi dia.
Maka pilihlah kata yang baik dan tegaskan ke dia, "Maaf aku boleh kasih saran nggak? Tujuannya biar kerjaan kita maksimal,"
Baca juga: Empat Alasan Remaja Hina Temannya! Pola Asuh yang Buruk atau Tekanan Sosial?
Belajarlah untuk menganggap bahwa semua orang memiliki sisi baik, tampilan yang kamu nilai belum tentu ada di diri temanmu.
Dunia itu indah sekali dan perbedaan tidak jadi masalah.
4. Ikut menertawakan orang lain
Temanmu terjatuh kamu ikut tertawa, jika ada tindak kejahatan di sekitar kamu malah diam dan tidak membantu. Kebiasaan tersebut membuat dirimu diam-diam menyetujui bullying yang dilakukan.
Kamu memang tidak ikut memarahi orang lain, tidak juga membentak dia, tapi kamu menertawakan. Kamu melihat dia dengan tatapan sinis, semua hal yang kamu lakukan itu berdampak pada mental dia.
Baca juga: 6 Rutinitas Pagi yang Menyehatkan dan Punya Sifat Anti Inflamasi
Solusinya bagaimana? Setiap ada tindak kekerasan, ada orang lain yang ditertawakan maka kamu harus beritahu bahwa itu salah. Selanjutnya, sikap yang kamu lakukan yaitu membantu korbannya.
5. Bercanda berlebihan di tongkrongan
Bagi yang suka bercanda, hati-hati ya! Terkadang tanpa kita sadar, ucapan kita sebenarnya toxic untuk orang lain. Di ujung sana ada teman yang sebenarnya kurang nyaman dengan lelucon tersebut.
Bercanda ada batasnya, terkadang banyak yang tidak sadar. Kalau sudah main fisik, bawa-bawa keluarga, harus diwaspadai sudah red flag pokoknya.
Baca juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Insecure Pada Diri Sendiri!
Candaan yang sampai mukul misalnya, teman yang manggil kita dengan nama binatang atau orang tua harus dijauhi. Gunakan lelucon yang sehat dan bijak, bukan malah menjadikan orang lain sasaran.
Setiap manusia punya cara masing-masing untuk merefleksikan dirinya, dari sekarang kita lakukan agar di masa depan banyak kebaikan yang datang.
Demikian 5 kebiasaan yang tanpa disadari bisa memicu perilaku perundungan, Be safe and be good!***
Penulis: Aviaska Azizah

Komentar
Posting Komentar