Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

Dibunuh Tanpa Busana Motif Pelaku Sakit Hati Korban Lakukan Ini!

Ilustrasi tanda kepolisian (pexels/Siobhan Howerton)

iLintas.com 
- Kematian seorang wanita di Lumajang dengan mengenaskan dan tanpa busana karena pelaku sakit hati,  terjadi di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, menggemparkan jagat maya.

Merinda Tri Agustin (MTA) yang berusia 22 tahun tewas terbunuh tanpa busana oleh pelaku berinisial IR berusia 18 tahun. Pelaku merupakan tetangga sekaligus kekasih korban yang diduga sakit hati.

Baca juga: Tanggapan Netizen Terkait Komentar Hotman Paris Pasca Vonis Nadiem Makarim, Menggelitik!

Polres Lumajang langsung cepat meringkus pelaku, laporan tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim AKP Ari Nuzul Aulia. 

"Polres Lumajang berhasil menangkap tersangka saat berada di rumahnya," ungkap AKP Ari pada Senin 6 Juli 2026.

Baca juga: Oknum Polisi di Tegal Sekap Seorang Wanita dan Dipaksa Konsumsi Sabu!

Korban dan pelaku sempat bertemu dan menghabiskan waktu di sebuah rumah makan, pada pukul 19.00 WIB. 

Keduanya pulang bersama dan memadu kasih di rumah korban, berdasarkan informasi hubungan dilakukan 2 kali.

Korban diduga kesal dan terjadi cekcok karena pelaku fokus bermain ponsel setelah berhubungan intim. Mirisnya, pelaku sakit hati karena korban menghina orang tuanya, sehingga terjadilah insiden berdarah.

Baca juga: Nadira Az-Zahra Linglung Saat Ditemukan! Ini Kronologinya

AKP Ari menyatakan korban sempat dipukul menggunakan kayu dengan pelaku sebanyak tiga kali dan korban meronta kesakitan.

"Mulut korban disumpal seprai dan pelaku mencekik korban dengan celana jens milik korban sampai meninggal dunia,"ucapnya.

Baca juga: Kelakuan Mencengangkan! Kades Danawarih Tegal Ditangkap, Nipu Kades Lain Pake Cara Ini

Setelah kejadian, pelaku berpura-pura khawatir karena korban tidak bisa dihubungi, akhirnya tetangga pun datang ke rumah korban dan menemukan korban tergeletak di kamar.

Polisi tidak langsung percaya terhadap motif pelaku, lalu pihak kepolisian mencurigai pola yang digunakan pelaku dalam merekayasa kejadian.

Baca juga: Dampak Ambruknya Rupiah! 5 Pengeluaran Ini yang Bikin Kantong Gen Z Bengkak!

Pelaku sengaja melucuti pakaian korban sehingga korban tewas tanpa busana, untuk memanipulasi kronologi. Membuat polisi menilai bahwa MTA meninggal karena tewas diperkosa atau adanya orang asing.***


Penulis: Aviaska Azizah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!