Fakta Dugaan Kekerasan Oknum Pengurus NU Saat Muktamar!

Gambar
Tangkapan Layar Instagram @abdusalam.shohib iLintas -  Dugaan pemukulan yang dilakukan di area pengurus NU terjadi pada Kamis 27 Agustus 2026 malam hari sekitar pukul 23.00 di salah satu hotel Desa Kepatihan, Jombang. Korban dugaan kekerasan merupakan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang merupakan delegasi yang berasal dari Kalimantan. Terduga pelaku menjabat sebagai pengurus Wilayah NU. Keduanya berasal dari daerah yang sama yaitu Kalimantan, dugaan kekerasan antara PCNU dan PWNU ini disinyalir karena adanya perbedaan pendapat dalam prosesi kegiatan Muktamar ke-35. Korban menolak dan mendapatkan tekanan fisik karena tidak mengikuti instruksi dari pengurus wilayah terkait pemilihan AHWA tersebut yang berdampak pada dugaan kekerasan.  Pemulukan terjadi di luar area pesantren, sehingga dispesifikasi menjadi masalah pribadi, korban selanjutnya mendatangi Gus Salam dan menceritakan kronologi yang dialaminya. Gus Salam mengatakan kasus sudah dilaporkan kepada pihak yang bewa...

UNJ Dampingi Guru Kelompok Bermain di Kota Sukabumi, Perkuat Kesiapan Anak Hadapi Transisi ke Sekolah Dasar

Dokumentasi Kegiatan (Istimewa)

iLintas.com -
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan tersebut diadakan di Kelompok Bermain (KB) Baitul Makmur, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Roy Suryo Kooperatif Diprediksi Menang Praperadilan: Pake Kaos 3 Tuyul!

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Kelompok Bermain melalui Pendampingan Pembelajaran Anak Usia Dini untuk Kesiapan Masuk Sekolah Dasar.” 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru Kelompok Bermain dalam mendampingi anak menghadapi masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar. 

Baca juga: Dibunuh Tanpa Busana Motif Pelaku Sakit Hati Korban Lakukan Ini!

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UNJ dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas pendidik di satuan PAUD.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, yaitu Maisa Hurul Aeni, M.Psi., Yora Harlistyarintica, M.Pd., dan Shafira Rizka Amani, M.Pd.

Baca juga: Oknum Polisi di Tegal Sekap Seorang Wanita dan Dipaksa Konsumsi Sabu!

Narasumber tersebut didampingi mahasiswa PGSD FIP UNJ, Alisya Aulia Muren dan Najwa Sihab. Para narasumber menyampaikan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada anak

Pembelajaran sebagai bekal dalam mempersiapkan peserta didik memasuki jenjang Sekolah Dasar. Selain memberikan penguatan materi, tim PKM PGSD FIP UNJ juga memperkenalkan worksheet.

Baca juga: Mahasiswi Cantik Telkom Ditemukan Di Majalaya? Keluarga Angkat Bicara!

Worksheet yang telah dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat fondasi literasi dan numerasi anak usia dini. 

Worksheet tersebut dirancang sesuai karakteristik perkembangan anak dengan menghadirkan berbagai aktivitas sederhana, menarik, dan kontekstual sehingga mendorong anak belajar melalui pengalaman bermain.

Baca juga: Tanggapan Netizen Terkait Komentar Hotman Paris Pasca Vonis Nadiem Makarim, Menggelitik!

Selama kegiatan berlangsung, para guru memperoleh pendampingan mengenai strategi penerapan worksheet di kelas serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi.

Tantangan yang dirasakan dalam mendampingi anak pada masa transisi PAUD ke Sekolah Dasar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif.

Baca juga: Saran Hotman Paris Pasca Kasus Nadiem: Tidak Usah Ada Komisaris, Danantara Saja!

Peserta saling bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman sebagai upaya menyempurnakan implementasi pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM PGSD FIP UNJ berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAUD.

Baca juga: Febrie Adriansyah Borong 3 Kasus Korupsi Sekaligus Resmi DIjadikan Tersangka

Pendampingan ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, sehingga mereka memiliki kesiapan akademik, sosial, emosional, serta kemandirian yang lebih baik saat memasuki jenjang Sekolah Dasar.


Suasana saat kegiatan berlangsung






Penulis: Mizani Khairul Sya'ad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alat Berat Masuk ke Wilayah Petani di Bogor!

Kasus Pelecehan Wakil Bupati Sumedang KDM Tegas Tanggapi Ini!

Pemilihan Ketum Metode Baru Pihak NU Ungkap Hal Ini!